HIPMI Badung Dorong Pengusaha Muda Bersinergi dengan Pengusaha Besar

  • 17 Februari 2019
  • 21:15 WITA
  • Dibaca : 180 Pengunjung

Ketua BPC HIPMI Badung, I Putu Gede Putra Adnyana, mengatakan agar pengusaha muda atau startup tidak minder atau takut dengan konglomerat dalam berbisnis.

Pria yang baru saja dilantik pada masa periode 2018-2021 ini, malah mendorong agar pengusaha muda, pemula, atau startup, mendekat serta bersinergi dengan pengusaha besar atau konglomerat.

Khususnya pengusaha besar yang telah memiliki jaringan menggurita.

“Saya optimistis, startup bisa tumbuh. Apalagi potensinya di Badung sangat besar. Kami lihat banyak pengusaha, UMKM di Badung tumbuh bagus," jelas pria yang akrab disapa Putra Adnyana ini, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Jumat (15/2/2019).

Pria yang bergelut di bisnis kelistrikan ini menjelaskan, kendala yang kerap dihadapi generasi muda yang ingin jadi pengusaha adalah miskin ide dan takut mencoba.

Kemudian permodalan minim juga kerap dijadikan alasan untuk tidak memulai. “Padahal itu bukan faktor utama,” imbuhnya.

Padahal kini, kata dia, perbankan telah memberikan akses bagi pengusaha kecil yang bahkan belum bankable. Salah satunya dengan kredit usaha rakyat (KUR), sehingga tidak ada alasan dari sisi permodalan.

Pria yang juga Ketua Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) Bali ini, akhirnya berinisiatif untuk menjadikan hal ini sebagai agenda utama dalam meningkatkan kemampuan anggotanya.

“Pertama dari segi penguatan internal, yakni bagaimana bersinergi antar usaha dan anggota. Kedua, menyangkut program ke depan seperti inkubasi. Kami juga akan perluas lagi program HIPMI Goes to school dan HIPMI Goes to Campus,” jelasnya.

Sebab hal itu, menurutnya, diperkirakan akan menumbuhkan semangat kewirausahaan generasi muda. Sehingga ke depannya bisa menciptakan iklim usaha dan mampu membuka lapangan kerja sendiri.

Setidaknya ada 125 anggota HIPMI Badung yang akan berada di bawah kepemimpinannya. Pihaknya pun mengatakan peran serta pemerintah daerah sangat penting, sehingga kegiatan usaha lebih mudah dan banyak tercipta UMKM ke depannya.

Wakil Ketua HIPMI Badung, I Putu Suwantara, mengamini pernyataan rekannya. Ia mengaku masih melihat adanya keraguan kalangan generasi muda untuk memulai usaha baru. "Umumnya anak muda ini, masih menghadapi keterbatasan ide dan memikirkan soal modal," jelas doktor termuda di Unwar ini. Menurutnya, untuk memulai usaha yang penting ada ide dan niat yang besar.

"Berbisnis tak harus barang, juga bisa jasa,"

Sumber : http://bali.tribunnews.com

Komentar