PT. Maha Putra Engineering

Yakin Suatu Saat Perusahaan Akan "Berlari"

  • 06 Maret 2020
  • 05:10 WITA
  • Dibaca : 2416 Pengunjung

Mengacu pada filosofi pertumbuhan anak, I Putu Gede Putra Adnyana, ST berkeyakinan awal mula perkembangan perusahaan dimulai dari lahir mulai merangkak, berdiri, berjalan dan hingga suatu saat akan "berlari" atau berkembang.

Dari prinsip itulah selain mengambil nama "Putra", Gede Putra juga terinspirasi dengan istilah "Maha" yang dikombinasikan menjadi Mahaputra untuk nama perusahaannya.

"Itulah makna Mahaputra Engineering, yakni anak yang akan tumbuh besar di bidang Engineering," ujar Gede Putra yang saat ini masih menahkodai Ketua BPC HIPMI Badung 2018-2021 dan Ketua DPD Paklina Bali.

Genap berusia 18 tahun perusahaan saat ini, meski belum berekspansi secara luas, ia bersyukur telah menaungi 200 tenaga kerja baik yang bekerja di administrasi dan pekerja teknisi di lapangan. 

Suami dari Ayu Wilis Pandu Winata Wesi, SE ini mengaku sebagian besar sumber pendanaan modal perusahaan didukung oleh bank dan saat ini memang masih berputar. Harapannya dengan semakin banyaknya orderan pemasangan instalasi listrik akan semakin banyak keuntungan yang diraup perusahaaan untuk mengembalikan modal pinjaman dari bank.

Hal ini bukan mustahil, mengingat pembangunan yang menggeliat terutama untuk akomodasi hotel, villa dan lainnya di Bali kebutuhannya masih tinggi. 

"Karena semakin banyaknya Pembangunan di Bali terutama di bidang Pariwisata yang ikut berimbas dan menunjang bidang Teknik," sebutnya.

Selain peluang yang menjanjikan, Pria yang lahir di Badung pada 12 Januari 1982 lalu ini mengaku saat ini terkendala banyak nya pelaku Freelance yang membat harga biaya jasa instalasi listrik anjlok. Mereka, sebutnya, tanpa mementingkan kuantitas dan kualitas dari pekerjaan, kerap membuat konsumen terbebani lagi karena pemasangan yang tidak sesuai standar.

"Kami sering kali melanjutkan atau malah yang lebih parah memperbaiki pekerjaan mereka," akunya.

Untuk mengatasi hal ini, Gede Putra berusaha menjelaskan kepada konsumen bagaimana sebenarnya pekerjaan kualitas yang baik, mengutamakan pelayanan dan memperkerjakan para teknisi–teknisi yang handal.

"Kami mementingkan kualitas agar konsumen merasa puas," imbuh Gede Putra yang lulusan S1 Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS) Tahun 2007.

Selain kendala persaingan yang sempit, Pria dari 3 anak ini menjelaskan dari sisi bahan baku yang mahal karena harus sesuai standar pabrikan. Sehingga, mau tidak mau, dia pun harus mengimpor bahan baku dari Korea dan China dan menjualnya kembali dengan harga yang bersaing di pasaran.

Disamping menjaga kualitas, pria yang lahir di Badung pada 12 Januari 1982 ini mempunyai strategi untuk memasarkan produk pelayanan perusahaan baik melalui media konvensional cetak dan online untuk merebut pasar.

Tak pelak yang terutama, bagi pria yang memiliki motto hidup kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan mengidolakan Bob Sadino ini adalah Kecepatan dan kualitas pelayanan agar tetap bagus di mata konsumen sebagai ujung tombaknya perusahaan.

Lokasi

Komentar

Profil Lainnya